oleh

Mengenal Sosok Ikhsan Asaad, Kadis PU Luwu Termuda

-DAERAH-1 Dilihat

Oleh : mus_95 Uchi Cazanovha

LUWU— Bernama lengkap Ir. Ikhsan Asaad, ST, MT. ( Daffa Ikhsan ) Lelaki yang akrab di sapa ‘Adaff’ ini lahir di Palopo, 12 September 1977 silam. Anak ke-2 dari 4 bersaudara pasangan H. Asaad Ali Idrus dan Hj. Nursiah (Almh).

Adik kandung Sekretaris Kota Pare-Pare, Iwan Asaad ini telah mencatatkan diri sebagai Kadis Pekerjaan Umum (PU) termuda dan bergelar ‘Insinyur’ profesi pertama dalam sejarah ke-PU-an Kabupaten Luwu.

Itu setelah Ikhsan dilantik sebagai Kepala Dinas defenitif oleh Bupati Luwu, DR. H. Basmin Mattayang diantara sejumlah pejabat struktural Pemkab di Aula Rujab Bupati, Kelurahan Pammanu Kec. Belopa Utara, Kamis (30/12/2021) hari ini.

Ikhsan didefenitifkan setelah hampir setahun menjabat pelaksana tugas. Pelantikannya kali ini adalah yang ketiga dalam kurun waktu dua tahun terakhir pada dinas yang sama.

Sebelumnya, Desember 2020, Ikhsan dilantik sebagai Sekretaris Dinas PUPR menggantikan Mahfud, S.Sos yang bergeser ke Dinas Perkim.

Dalam perjalanannya, di era Bupati A. Mudzakkar, karir birokrasi Ikhsan mulai menanjak. Pelan tapi pasti, fase demi fase di tapaki. Dimulai sebagai Kasi Pembangunan Jalan pada 2008-2015. Lalu suami dari Karmila Karim, ST ini mendapat promosi eselon III sebagai Kabid Teknik dan Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga, Juni 2015.

Ketika terjadi perombakan jabatan struktural akibat perubahan nama pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di awal 2017, Ikhsan tetap pada posisi jabatan sebagai Kabid Jasa Konstruksi pada Dinas yang kemudian berganti nama menjadi PUPR.

Selain berkiprah di birokrasi, jebolan Master Teknik Sipil Unhas yang gemar bersepeda ini juga dikenal sebagai seorang akademisi. Aktif sebagai salah satu tenaga pengajar pada fakultas Teknik Universitas Andi Djemma Palopo sampai sekarang.

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai aparatur sipil negara, ayah dari Daffa(14) dan Danis (8) ini mampu menunjukkan dedikasi dan prestasi kerja yang mumpuni.

Sejak terangkat sebagai PNS tahun 2006 di Bappeda Luwu, dengan bekal ilmu keteknikan yang di miliki, Ikhsan selalu memberi pengabdian secara totalitas tanpa pernah mengenal waktu.

Sikap ulet dan tekun di baluri loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan Ikhsan dalam setiap tugas pekerjaan melahirkan simpati bagi Bupati.

Tak heran, pada 2018 di awal pemerintahan periode kedua Bupati H. Basmin Mattayang, Ikhsan Asaad diberi mandat untuk mengepalai salah satu unit kerja di Sekretariat Daerah yang bertanggungjawab dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dari sini, karir birokrasi Ikhsan mulai cemerlang. Dirinya menjadi salah satu pejabat yang dinilai berkinerja baik. Menjaga integritas dan tidak doyan popularitas.

Belum genap dua tahun sebagai Kabag UKPBJ, Insinyur keluaran Program Studi (Prodi) Unhas tahun 2018 yang dikenal murah senyum ini akhirnya dikembalikan ke Dinas PUPR sebagai Sekretaris, Desember 2020.

Selang beberapa hari, awal Januari 2021, menantu mantan Kadis Bina Marga Luwu, H. Abdul Karim Jabbar kembali di amanahi untuk mengisi kekosongan sebagai pelaksana tugas kepala dinas PUPR yang ditinggal Drs. Ridwan Tumba Lolo, M.Si (Al-Faatihah untuk Alm) yang kala itu memasuki masa purna bhakti.

Merangkap jabatan sebagai pelaksana tugas, kendali kegiatan dan kebijakan dinas tentu ada di tangannya. Namun bukan hal yang sulit untuk dijalankan, karena Ikhsan bukanlah orang baru di lingkungan PUPR.

Langkah pertama yang dilakukan di awal berkantor adalah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh jajaran. Lebih dari setengah pegawai hadir. Ruang rapat sesak. Peserta pun harus duduk berdesak.

Suasana rapat tak ubahnya acara reuni. Tidak ada sekat dan jarak. Kedekatan emosional membuat suasana mencair. Seperti tak ada pembeda antara kadis dan analis, pimpinan dan “orang bawah” meski tetap harus menjaga wibawa.

Seiring berjalannya waktu, setahun memimpin PUPR bukan berarti mulus bak jalan lapis aspal. Tak sedikit onak dan riak. Tapi bagi Ikhsan, itu tak menghalangi langkahnya beranjak tuk bertindak.

Sikap responsif dan sigap menyikapi informasi dan keluhan masyarakat terkait gangguan infrastruktur di tunjukkan. Bahkan tak risih turun langsung bersama tim untuk merekam data lapangan pun telah berkali di lakukan.

Dibeberapa moment krusial, seperti jatuhnya badan jalan poros Nasional di Desa Salu Paremang, Kamanre akibat abrasi, ambruknya jembatan gantung desa Malela, Suli yang “di viralkan”, dan melebarnya penampang Sungai Makawa Desa Bolong, Walenrang Utara akibat bencana banjir.

Yang terbaru adalah kondisi kerusakan jalan ruas Rante Damai dan robohnya jembatan Poringan Desa Tabah, Walenrang Timur. Mengetahui itu semua, naluri ke-PU-an yang dimiliki seorang Ikhsan pun terpanggil.

Berbekal ilmu Teknik Sipil yang didapati dimasa kuliah, dirinya hadir menawarkan solusi tekhnis. Meski tak sepenuhnya meredam harapan, tapi setidaknya Ikhsan bersama Tim datang menunjukkan kepedulian.

Kepedulian atas nama pemerintah daerah terhadap “teriakan” warga yang butuh sentuhan perhatian.

Karena baginya, bekerja dengan prinsip, “berbuat tanpa kata TAPI dan melaksanakan tanpa kata NANTI” adalah cemeti yang selalu tertanam dalam hati.

Prinsip ini yang kemudian diejawantahkan dalam tindakan nyata. Bukan semata retorika kata. Mewujudkan program, menjawab tuntutan kebutuhan dengan mengawal janji dan kebijakan adalah sebuah keharusan.

Kini di usianya yang ke-44 tahun, Ikhsan Asaad telah resmi menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Bukan lagi pelaksana tugas. Dia adalah Kadis termuda dalam sejarah Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Luwu.

Itu artinya pula, Dinas PUPR Luwu sudah setahun dalam kendalinya. Ikhsan telah banyak memberi warna. Dengan sikap bijaknya, kebersamaan dan kekompakan terus terawat dan terjaga. Meski diakui, celah masih ada.

Semoga di tangannya, Dinas PUPR Luwu tetap solid, lebih baik dan selalu terdepan menjadi pioner dalam membangun Luwu sebagai ‘Wanua Mappatuo Na Ewai Alena’. Sekaligus bersama membangun negeri Indonesia.

Komentar