oleh

Penaganan Kasusnya Dianggap Janggal, Keluarga Almarhum Yusuf Katubi Datangi Mapolres Luwu

LUWU — Ratusan keluarga almarhum Yusuf Katubi Opu Daeng Parebba (71) mendatangi Mapolres Luwu. Mereka meminta kejelasan atas penanganan pihak kepolisian terkait kematian keluarganya.

Mereka menduga kematian almarhum yang juga merupakan Imam Mesjid Nurul Ikhwan Senga di Belopa, Kabupaten Luwu pelakunya lebih dari Satu orang, melihat dari luka yang ada pada tubuh almarhum.

“Kami tidak menerima jika pelakunya hanya Satu orang, ada kejanggalan terkait penanganannya, masa hanya dalam waktu sekutar tiga menit berdasarkan rekaman CCTV satu orang bisa menghabisi nyawa dengan cara seperti itu, kami meminta agar kasus ini di usut tuntas hingga keakar-akarnya,” pinta Arifin Wajuanna adik almarhum.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jon Paerunan menegaskan bahwa proses hukum kini terus berjalan.

“Hasil rekontruksi pelaku pembunuhan pada almarhum 1 orang dan proses hukumnya telah berjalan, pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya tetap mengedepankan profesionalisme dalam menyelesaikan setiap kasus yang ada, berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” Ujar Jon.

Sebelumnya, peristiwa penganiyaan hingga mengakibatkan kematian terhadap Yusuf Katubi Opu Daeng Parebba itu terjadi di halaman Masjid Al Ikhwan, Luwu, Jumat (30/12/21) lalu.

Almarhum merupakan imam Masjid Al Ikhwan yang bermukim di Kelurahan Senga Kecamatan Belopa.

Ia dianiaya dengan cara dipukuli bagian kepala dan dan wajah hingga berlumuran darah saat hendak membuka pintu masjid menjelang salat subuh.

Berkat petunjuk rekaman CCTV akhirnya pelaku yang diketahui bernama Aditya Prayoga (22) berhasil diamankan polisi.

Pada media ini, Kapolres Luwu menjelaskan kronologis hingga terjadinya tindak penganiayaan diawali dengan percekcokan saat almarhum Yusuf Opu Daeng Parebba nyaris ditabrak oleh AP yang menggunakan sepeda motor di jalan raya, karena ditegur AP tidak menerima baik dan akhirnya terjadi tindak penganiayaan hingga menyebabkan kematian.

Komentar